Beberapa Perbedaan PAUD, TK dan KB yang Dapat Anda Simak Sebelum Menjadi Orangtua

Dalam mengahadapi era globalisasi yang semakin maju, persaingan semakin ketat dan tidak berlebihan apabila pendidikan anak dari sejak dini merupakan langkah yang bijak. Bahkan, dapat dikatakan bahwasanya pendidikan anak merupakan salah faktor penentu masa depannya kelak. Maka tak heran apabila banyak orang tua muda selalu mempersiapkan dengan matang agar anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik. Ibu dan bayi

Walaupun begitu, sangat disayangkan bahwa semua orangtua belum mengerti betul perbedaan pendidikan prasekolah contohnya PAUD, KB dan TK. Padahal, ketiga prasekolah ini tidaklah sama melainkan berbeda seperti yang di ekspetasikan orang tua milenial saat ini. Bagi anda yang merupakan calon orangtua, artikel ini dapat membantu mengurus kembimbangan anda untuk dapat memilih pendidikan untuk si buah hati kelak.

  • PAUD

Banyak yang tak mengetahui bahwasanya PAUD merupakan jenjang pendidikan yang menaungi KB, TK, dan sejenisnya. PAUD adalah akronim pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan ini diberikan pada anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar, yakni pada saat berusia 1 sampai 8 tahun. Dalam jenjang ini juga terdapat lembaga pendidikan yaitu KB atau kelompok bermain, TK yakni Taman Kanak-kanak, serta pendidikan kelas dasar yang dimulai pada umur 6 tahun. yang lembaganya terdiri dari formal maupun non-formal.

  • KB atau Playgroup

Selesai jenjang PAUD perdana sang buah hati, lanjut ke lembaga non-formal KB. Disini sang anak akan diajarkan kecerdasan emosional serta spiritual akan dapat berperilaku baik untuk kedepannya. Tidak kurang materi-materi motorik yang metode pengajarannya pun menyenangkan agar sang anak lebih tertarik untuk belajar.

  • Taman Kanak

Lulus dari KB, sang buah hatipun lanjut memulai pelajarannya di jenjang pendidikan formal. Pada masa-masa ini, sang anak akan diajarkan pelajaran seputar kognitif, seperti membaca dan berhitung. Mata pelajaran yang ada di TK juga akan menjadi bekal untuk sang anak saat memasuki pendidikan sekolah dasar. Di jenjang ini pun anak akan tetap didorong untuk lebih aktif dalam bermain sambil belajar, agar tak akan membuat otak sang anak stress.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *